Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Harga Komoditas Melambung Tinggi, Bagaimana Dampaknya dengan Sektor Konsumen di Indonesia?

Pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia diduga akan terjadi dengan keadaan yang sedikit tidak seimbang. Hal apa saja yang mendasari pernyataan tersebut? Fakhrul Fulvian dan Willinoy Sitorus selaku perwakilan Trimegah Sekuritas akan mencoba membedah dari sisi ekonomi makro pada webinar Pemulihan Ekonomi Indonesia dan Persiapan untuk Idul Fitri di Tahun 2022. Topik yang coba mereka paparkan terdiri dari dua pokok bahasan: mengenai kondisi tren makro yang terjadi saat ini di Indonesia dan tren yang terjadi di dunia korporasi.

Kondisi makro ekonomi di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh peristiwa dan situasi terkini secara global. Salah satu sentimen pada awal tahun ini berkaitan dengan kondisi peperangan yang terjadi antara Ukraina dengan Rusia. Hal tersebut memperkuat kemungkinan akan terjadinya stagflation atau kondisi kenaikan harga tinggi dan di waktu yang sama tidak muncul pertumbuhan ekonomi. Selain itu, faktor lainnya yang memberikan pengaruh adalah akibat dari adanya kenaikan suku bunga global, bantuan fiskal yang cenderung menurun, serta harga komoditas yang melambung.

Mengenai tren pada sisi domestik, diperkirakan dengan optimis bahwa terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 6% melebihi apa yang diinginkan pemerintah. Jika membicarakan tentang kondisi likuiditas perbankan, hal tersebut masih di tahap yang berlimpah (ample) karena mendapatkan tambahan pendapatan dari harga komoditas yang tinggi. Adapun kesempatan investasi akan mulai terbuka dan bergantung pada cara pemerintah Indonesia konsisten dengan kebijakan fiskalnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi per pulau juga ditampilkan dalam webinar kali ini. Hal ini tentu akan memberikan sebuah gambaran besar mengenai potensi bisnis ritel yang dapat dilakukan, baik potensi wilayah penempatan bisnis maupun jenis bisnis yang tepat untuk dikembangkan.Berkaitan dengan inflasi, dampak yang ditimbulkan menunjukkan arah positif.  Di lain sisi, ada beberapa alasan tentang harga komoditas yang tetap tinggi hingga akhir 2022. Lantas, hal apa saja yang mendasari pernyataan tersebut? Lalu faktor apa yang menempatkan inflasi pada dampak positif? Apakah hal tersebut akan berpengaruh pada belanja konsumen seperti saat sebelum pandemi? Cari tahu selengkapnya dengan menonton video berikut: https://youtu.be/TsxreRv3YC0

Kebijakan Privasi

PT eyos digital Indonesia

WeWork Gama Tower, Gama Tower, 33rd Floor, Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi, Jakarta 12940